Tampilkan postingan dengan label Tentang Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Arsitektur UNNES




Legalitas
Izin penyelenggaraan SK Mendiknas No. 89/D/O/2010 bertanggal 9 Juli 2010
Gelar Lulusan
Sarjana Teknik (S.T.)

Deskripsi
Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang berdiri pada 1982 dan dikukuhkan sebagai program studi berdasarkan SK Dirjen Depdikbud RI No. 244/DIKTI/Kep/1996. Pada saat dikukuhkan, Jurusan Teknik Sipil hanya membawahkan satu program studi, yaitu Program Studi S1 – Pendidikan Teknik Bangunan. Selanjutnya, pada 1998 Jurusan Teknik Sipil membuka program studi baru yaitu Program Studi D3 – Teknik Sipil. Kemudian pada 2010 Jurusan Teknik Sipil membuka program studi ilmu murni, yaitu Program Studi S1 – Teknik Arsitektur. Prodi ini memiliki 96 mahasiswa dengan 12 dosen tetap berkualifikasi pendidikan doktor (S3) sebanyak 1 orang, magister (S2) 10 orang, dan sarjana (S1) 1 orang.

Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti mahasiswa prodi ini sama dengan mahasiswa prodi lain di Unnes, seperti pramuka, penelitian, pPengabdian, kewirausahaan, dan kegiatan keagamaan.

Mata Kuliah
Mata kuliah yang ditawarkan antara lain Studio Perancangan Arsitektur, Struktur dan Konstruksi, Estetika Bentuk, Mekanika Teknik, Teknik Komunikasi Arsitektur, Menggambar Arsitektur, Matematika Teknik, Filsafat Ilmu, Studio Perancangan Arsitektur, Struktur dan Konstruksi, Bahan Bangunan, Pengukuran dan Pemetaan, Arsitektur Vernakular Indonesia.

Selain itu, Fisika Bangunan, Seni Tata Hijau, Teori dan Perkembangan Arsitektur, Perancangan Tapak, Komputer Grafis, Teknologi Bahan, Arsitektur dan Lingkungan, Studio Perancangan Arsitektur,  Fisika Bangunan, Tata Ruang Dalam, Utilitas, dan Metode Perancangan. Ditawarkan pula mata kuliah Arsitektur dan Kota, Perumahan dan Permukiman, Manajemen Pembangunan, Tata Ruang Dalam, Kewirausahaan, Hukum Pranata Pembangunan, Rencana Anggaran Biaya, Etika Profesi, Metodologi Penelitian dan Statistik, Eko Arsitektur, Konservasi Bangunan, Community Development, Arsitektur Perilaku, dan Keselamatan Bangunan. Mata kuliah lainnya, Praktik Kerja Lapangan, Seminar, Kuliah Kerja Lapangan, Arsitektur Tropis, Real Estate, Urban Management, Arsitektur Pariwisata, Kuliah Kerja Nyata, dan Tugas Akhir.

Alamat
Gedung E3 – E4 Kampus Unnes Sekaran Gunungpati Semarang 50229
Telp. 024-8508102 email : civil_unnes@yahoo.com
Website: http:// tekniksipil.unnes.ac.id

Jumat, 17 Mei 2013

berarsitektur




Dalam arsitektur, suatu konsep mengemukakan suatu cara khusus bahwa syarat-syarat suatu rencana, konteks dan keyakinan dapat digabungkan bersama, yang dalam konteks ini dapat berupa paduan dari beberapa unsur yang mungkin berupa gagasan, pendapat dan pengamatan ke dalam suatu kesatuan.

  • KONSEP
Dalam menggambarkan penyelidikan tentang konsep, para perancang biasanya menggunakan 6 sinonim : gagasan arsitektur, tema, gagasan superorganisasi, parti dan esquisse dan terjemahan harfiah.

Gagasan arsitektur adalah konsep yang telah disederhanakan menjadi sebagai arsitektur formal (spt; siang hari, ruang, urutan ruang, integarasi struktur dan bentuk, dan sitting dalam lansekap.) Soal arsitektonis secara spesifik digunakan sebagai dasar perancang dalam pengambilan keputusan. Tiap bagian memiliki pengaruh dalam pandangan umum.

Tema merupakan suatu pola atau gagasan spesifik yang berulang di seluruh rancangan suatu proyek. contoh: karya Charles Moore, Kimbel Art, Gallery Louis I Khan di Fort Worth, Texas, memakai cahaya sebagai tema.

Gagasan superorganisasi adalah acuan terhadap konfigurasi geometris umum atau hierarki yang harus diperhatikan oleh bagian-bagian di dalam proyek yang bertujuan memberi cukup struktur bagi pola sedemikian rupa sehingga masing-masing bagian dapat dikembangkan dengan keistimewaan masing-masing yang secara keseluruhan masih menunjang perancangan.

Parti (skema) dan esquisse (sketsa) adalah produk menurut konsep dan grafik dalam suatu proyek diharapkan dikembangkan suatu konsep dan sketsa pendahuluan dari konfiurasi bangunan.

Terjemahan harfiah yaitu gambaran suatu tujuan guna mengembangkan suatu konsep dan diagram yang dapat dijadikan rencana sederhana untuk suatu proyek. ( Lorabee Bernes ) jadi konsep harus dapat diekspresikan dalam jenis sketsa. Diagram asli agaknya benar-benar dapat dilihat dan diidentifikasikan dalam bangunan yang telah selesai.

Konsep adalah antitesis dari wawasan-wawasan yang sama sekali belum dianggap tepat. Suatu konsep harus mengandung kelayakan; yang mungkin menunjang maksud-maksud daru cita-cita pokok suatu proyek dengan memperhatikan karakteristik-karakterisitik dan keterbatasan-keterbatasan yang khas dari tiap proyek.
  • KONSEP DAN ARSITEKTUR DESAIN
Konsep merupakan usaha yang bersifat terpusat. konsep yang layak, adalah yang memadukan hal-hal yang sebelumnya berdiri sendiri. Kemampuan membuat konsep merupakan kemampuan bertindak kreatif dengan identifikasi kurang lebih 10% inspirasi dan 90% bekerja keras.

Tiga masalah yang menghambat pengembangan keahlian dalam membuat konsep:
  1. Masalah komunikas, yang sulit bukan menerangkan masalah kepada orang lian, tapi pada diri sendiri.
  2. Kurangnya pengalaman, konsep menjadi sukar untuk diciptakan bila aspek arsitektur tidak dikuasai.
  3. Masalah pembangkitan hierarki, akan timbul sulit dalam menentukan suatu konsep yang dianggap baik/buruk.
Pemahaman akan hubungan-hubungan antara gagasan, wawasan dan konsep (idea, kepercayaan dan konsep) akan membantu memecahkan ketiga masalah tersebut.
  • IDEA


Gagasan merupakan pikiran nyata yang merupakan hasil pemahaman, pengertian atau pengamatan. Bangunan dan rancangan bangunan memiliki banyak keputusan kecil), perlu adanya suatu gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam menanggapi keragaman persoalan yang muncul yang tentunya membutuhkan suatu keahlian.
  • KEPERCAYAAN / NOTIONS.
Notions sangat mirip dengan ide, kecuali adanya perbedaan secara acak. Notions adalah ide-ide yang diasumsikan secara insubstantial, unsubstantiated, atau bahkan sangat sukar dites dengan ide-ide lain. Notions tidak memiliki aturan dalam suatu konsep formula. Notions oleh Gordon merupakan ide yang masih acak/tdk bisa diterjemahkan. Dalam arsitektur, konsep untuk suatu proyek yang mengabaikan artikulasi dan notions merupakan langkah menuju konsep yang baik. Mahasiswa dapat menemukan notions ketika mereka menemukan konsep.

  • KONSEP DAN IDE-IDE

Konsep mirip dengan ide, konsep menghasilkan suatu pengertian, kecuali konsep memiliki karakteristik tertentu. Dalam arsitektur, konsep diartikan sebagai banyaknya kebutuhan dalam suatu bangunan yang disatukan dalam pemikiran tertentu yang mempengaruhi disain dan konfigurasinya. Konsep dalam arsitektur merupakan hasil dari kemampuan imajinasi dan menyatukan hal-hal yang tidak sama.
  • CONCEPTUAL SCENARIOS


Kesatuan konsep menggabungkan elemen-elemen mendai satu baik ambisius dan elusive. Arsitek menawarkan essay atau skenario yang menggabungkan faktor-faktor penting dan ide-ide yang mempengaruhi solusi.

Bangunan merupakan penggabungan konsep-konsep. Arsitektur merupakan pemecahan isu-isu individual. Pemecahan masalah untuk seorang arsitek meminimalisasikan permintaan-permintaan. The Conceptual skenario memperluas pernyataan. konsep diubah menjadi kesimpulan. The conceptual scenario dapat digunakan untuk mengidentifikasikan ide-ide penting dan masalah-masalah yang disimpulkan menjadi suatu pernyataan. Konseptual skenario merupakan produk proses evolusi.
  • METAFORA DAN PERUMPAMAAN:
Metafora mengidentifikasi hubungan diantara benda-benda dimana hubungan-hubungan yang terjadi lebih bersifat abstrak. Dalam hal ini metafora menggunakan kata-kata "seperti" atau "bagaikan" untuk melukiskan hubungan tersebut.
  • Intisari:

Pada dasarnya Intisari ialah penyaringan serta pemusatan aspek-aspek persoalan yang rumit menjadi suatu pernyataan yang ringkas dan logis. Suatu pernyataan "intisari" juga dapat merupakan hasil dari penemuan serta identifikasi pokok persoalan. Perancang telah mengembangkan beberapa metode untuk mendapatkan intisari dari suatu proyek dan mentransformasikannya dalam suatu konsep.

  • Tanggapan Langsung dan Pemecahan Masalah

Konsep tidak hanya memperhatikan fungsi dari seluruh aktivitas dalam bangunan, tetapi konsep dapat dikembangkan menjadi suatu melalui pendekatan secara pragmatis.

  • Tujuan Akhir
Tujuan yang ingin dicapai oleh arsitek sebaiknya berbeda-beda / menyesuaikan dengan keadaan. Satu konsep tidak dapat diterapkan pada berbagai proyek sebab setiap bangunan memiliki tujuan yang berbeda-beda.
  • IKTISAR
Wawasan, gagasan, konsep dan skenario merupakan suatu rangkaian kesatuan kontinum yang dapat menjadi dasar penting bagi arsitektur. Konsep memadukan berbagai unsur menjadi satu keseluruhan yang berkaitan dan memungkinkan arsitek mengerahkan sumber dayanya kepada aspek-aspek perancangan yang terpenting.


Ada lima macam konsep: analogi atau hubungan harfiah, metafora atau hubungan abstrak, intisari atau aspek intrinsik, tanggapan dan pragmatis dan tujuan akhir atau nilai-nilai ekstern.

Jumat, 26 April 2013

Pengantar Arsitektur



Teknik Arsitektur

Apa Itu Teknik Arsitektur ?
Teknik Arsitektur merupakan perpaduan antara seni dan teknik bangunan yang di dalamnya termasuk perencanaan, konstruksi, dan penyelesaian dekoratif yang mempelajari bentuk fisik ruang buatan sebagai tempat bagi manusia yang berhubungan dengan segala kompleksitas kebutuhan kehidupannya, baik individu maupun kelompok. Arsitektur tidak hanya terbatas pada bangunan saja namun meliputi interior, landscape (ekterior), kawasan dan lebih luas lagi akan mempelajari tentang perencanaan kota.
Apa yang Dipelajari di Teknik Arsitektur ?
Dalam Teknik Arsitektur, para calon arsitek diajarkan untuk mendesain obyek pembangunan berskala luas secara lengkap dan menyeluruh mulai dari lingkungan terkecil sampai kepada tata ruang perkotaan. Yang dipelajari dalam teknik arsitektur bukan hanya sekedar belajar menggambar. Namun juga dibutuhkan ide yang kreatif, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengetahuan yang luas tentang banyak hal misalnya teknologi rancang bangun, ilmu struktur, teknologi bahan, industri, dan peralatan apa saja yang diperlukan agar bangunan dapt berfungsi dengan baik sehingga dapat tercipta suatu bangunan yang bagus dan nyaman, serta ilmu sosial dan ekonomi.
Dalam Teknik Arsitektur, ada beberapa bidang keahlian yang ditawarkan. Bidang keahlian tersebut antara lain adalah :
1.   Sains dan Teknologi Bangunan
2.   Perancangan Arsitektur berbasis komputer
3.   Lingkungan kota dan pemukiman
4.   Analis Kritik dan Sejarah Arsitektur
Prospek Lulusan Teknik Arsitektur
Prospek ke depan dari lulusan Teknik Arsitektur sangat luas. Lulusan Teknik Arsitektur dapat bekerja di berbagai bidang antara lain adalah :
1.   Instansi Pemerintah (Dinas Pekerjaan Umum, Badan Perencanaan Daerah, dsb)
2.   Konsultan Arsitektur
3.   Pendidikan dan Penelitian
4.   Kontraktor
Daftar Perguruan Tinggi Negeri yang terdapat Teknik Arsitektur :
1.      Inst. Teknologi Bandung (ITB)
2.      Univ. Diponegoro (UNDIP)
3.      Univ. Gadjah Mada (UGM)
4.      Univ. Indonesia (UI)
5.      Univ. Sebelas Maret (UNS)
6.      Univ. Sumatera Utara (USU)
7.      Univ. Lambung Mangkurat (UNLAM)
8.      Univ. Sam Ratulangi
9.      Univ. Syiah Kuala
10.   Univ. Tadulako
11.   Univ. Tanjungpura (UNTAN)
12. Univ. Negeri Semarang (UNNES)

 



Penulis: Patrick Nuttgens dengan Richard Weston
Penerbit: Bounty Books, UK
Cetakan: 2009 (Cetak ulang 1983, 1986. Edisi revisi 1992. Terbit pertama kali di Great Britain: 2006)
Tebal: 208 halaman
The Complete Handbook of Architecture berisi sejarah perkembangan arsitektur dari permukiman pertama sampai dengan tahun 2000-an di berbagai belahan dunia. Sejarah arsitektur bangunan berkaitan dengan sejarah umat manusia atau sejarah dunia. Agama dan kepercayaan, penguasaan suatu bangsa atas bangsa lain, perkembangan teknologi, perkembangan pemikiran manusia, mempengaruhi arsitektur bangunan.
Sejak tahun 7000 SM pemburu dan pengumpul makanan membangun desa-desa di pinggiran bukit Anatolia dan Pegunungan Zagros. Pada akhir milenium ke-6 SM, di dataran rendah dan perbukitan, tanaman pangan sudah dikembangkan dalam skala besar. Agama berpusat pada dewa-dewa kesuburan dan peristiwa pemakaman. Bangunan-bangunan penting pada umumnya adalah bangunan-bangunan keagamaan seperti tempat pemujaan (kuil) dan gereja selain bangunan sekuler seperti pasar dan bangunan pemerintahan. Pada milenium ke-4 (SM?) muncul bangunan umum pertama: kuil dari bata yang dikeringkan dengan sinar matahari, yang dihiasi dengan mosaik dan mural (di Mesopotamia?).
Buku ini mengulas arsitektur bangunan di wilayah yang terkait dalam periode berikut:
Peradaban pertama
Mesir Kuno
Yunani Kuno
Romawi
Asia Selatan: Hindu, Budha, dan gaya Jain
Cina dan Jepang: arsitektur kayu tradisional
Amerika pra-Hispanik: peradaban awal di Amerika Tengah dan Selatan
Kristian awal dan gaya Bizantin
Islam: arsitektur dunia Muslim
Romanesque
Gothic
Renaisans Itali
Penyebaran Renaisans
Baroque dan Neo-Classic
Abad ke-19
Pergantian abad
Modern
Post-Modern
Pluralisme Kontemporer.
Adakah bangunan di Indonesia yang dibahas di buku ini? Ada, yaitu Borobudur (ditulis Barabudur), sebuah candi-gunung yang dibangun di awal abad ke-8 sampai abad ke-10. Dikatakan, Candi Borobudur bergaya Hindu India dengan asimilasi bentuk agama Budha seperti stupa yang dibangun di dataran di tengahnya.
Buku ini mendokumentasikan berbagai bangunan penting yang pernah dibangun umat manusia.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites